Chat with us, powered by LiveChat
Tinju

Banyak Hal Positif Didapat Daud Yordan dari Olahraga Tinju

single-image

Daud Yordan adalah petinju Indonesia yang menjadi juara dunia dua kali versi badan tinju IBO, ia juara pada kelas featherweight dan lightweight pada masa yang berbeda.

Cino adalah nama julukan pemberian yang diberikan oleh mantan pelatihnya semasa amatir, Carlos Jesus Renate Tores, asal Kuba, merujuk pada kata Chino dalam bahasa Spanyol yang berarti ‘Cina’, karena wajahnya yang sangat kental khas oriental (Cina). Daud Yordan sendiri dan ayahnya, Hermanus Lay Tjun adalah orang Tionghoa-Indonesia, dan ibunya adalah orang Dayak, Nathalia.

Daud “Cino” Yordan berhasil merebut gelar juara dunia kelas ringan super International Boxing Association (IBA) usai merobohkan Michael Mokoena. Usai laga, Cino menyebut olahraga tinju telah mengajarkan dia banyak hal.

Tampil di Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11/2019), Cino sukses merobohkan Mokoena di ronde ke delapan. Kemenangan ini membuat Daud berhasil merengkuh gelar juara dunia kelas ringan super IBA, serta gelar juara WBO Oriental.

“Olahraga ini telah mengajarkan banyak hal tentang menjadi seorang kesatria,” kata Cino lewat akun Instagram pribadinya.

Dengan kemenangan itu pula, Cino tercatat sebagai petinju Indonesia pertama yang merebut gelar juara di tiga kelas berbeda, yakni bulu, ringan, dan ringan super.

Sebelumnya diberitakan, dalam konferensi pers setelah laga, Cino menyebut bahwa kemenangan ini diperuntukan bagi bangsa Indonesia, khususnya yang telah mendukungnya berlaga.

“Saya berterima kasih atas semua dukungan untuk saya, pertandingan tadi tidak mudah. Kemenangan ini untuk Indonesia,” kata Cino.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like